Sabtu, 25 Agustus 2012


10 Tips Bersepeda Lebih Baik dan Lebih Cepat

Beberapa tahun belakangan ini, olahraga bersepeda semakin menjadi tren terutama di masyarakat perkotaan yang sudah jenuh dengan polusi dan kemacetan lalu lintas. Berbagai komunitas bersepeda tumbuh dengan pesat mulai dari sepeda balap, fixie, MTB, BMX, dan masih banyak lagi. Anda mungkin termasuk salah satu penggemar aktivitas bersepeda.

Nah, apapun jenis aktivitas bersepeda Anda, berikut adalah 10 tips yang mampu membantu Anda bersepeda lebih baik dan lebih cepat.
  1. Latihan Ketahanan Kardiovaskular
    Pesepeda jarak jauh sangat membutuhkan latihan ketahanan kardio karena berkaitan dengan kemampuan menjaga energi dan performa otot selama berjam-jam bersepeda. Beberapa jenis latihan yang dimaksud adalah Long Slow Distance Training, Pace/Tempo Training, Interval Training, Circuit Training, dan Fartlek Training.
  2. Latihan Kekuatan Sprint
    Anda pasti sering melihat para atlet sepeda memacu sepeda dengan kecepatan tinggi saat menjelang finish padahal sebelumnya kecepatan mereka sedang. Kemampuan tersebut memerlukan program latihan yang menghentak otot (Explosive exercise) untuk meningkatkan tenaga saat sprint mendadak. Jenis latihan yang disarankan adalah Squat dan Stair running (naik turun tangga).
  3. Karbohidrat Kompleks Dan Minuman Isotonik
    Sebelum pertandingan, para atlet sepeda profesional mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang lepas berkala untuk menjaga energi mereka tetap stabil dan menkonsumsi minuman berisotonik saat pertandingan untuk mensuplai cairan tubuh yang hilang akibat banyak berkeringat.
  4. Pastikan Jenis Sepeda Anda Sudah Tepat
    Apapun jenis sepeda Anda, memilih sepeda yang cocok bagi Anda sangat penting untuk kenyamanan dan efisiensi bersepeda. Jika Anda merasakan sakit leher, punggung, lutut, atau mati rasa pada tangan atau kaki, maka bisa jadi sepeda atau komponen sepeda tidak cocok bagi Anda. Memilih sepeda yang tepat dapat meningkatkan efisiensi mengayuh dan aerodinamika sehingga membuat Anda mampu bersepeda lebih cepat.
  5. Jangan Lupakan Peregangan
    Bersepeda melibatkan pergerakan berulang yang membutuhkan kelenturan dan keseimbangan otot yang prima. Karena itu peregangan otot sebelum bersepeda sangatlah penting. Pesepeda umumnya mengalami tegang otot hamstrings, hip flexors dan chest jika tidak melakukan peregangan sebelumnya.
  6. Latih Keterampilan Mengendalikan Bersepeda
    Para atlet sepeda sangat ahli dalam mengendalikan sepedanya. Mereka bisa melaju dengan halus di tikungan, stabil saat turunan, dan selalu waspada akan berbagai kondisi jalan. Mereka bersepeda dengan perkiraan dan patuh terhadap aturan di jalan. Ikutlah pelatihan bersepeda atau bergabunglah dengan klub sepeda profesional untuk belajar keahlian mengendalikan sepeda.
  7. Jangan Bersepeda Sendirian
    Bersepeda dengan partner atau tim sepeda sangat baik untuk meningkatkan keahlian Anda bersepeda. Strategi dan taktik dari sebuah tim sepeda sangat penting terutama saat pertandingan. Bergabunglah dengan klub sepeda yang sesuai dengan tingkat keahlian Anda.
  8. Istirahat Yang Cukup
    Seorang atlet sepeda profesional sekalipun akan bersitirahat yang cukup untuk pemulihan kembali kondisi tubuhnya demi mencapai kembali performa puncak saat kembali bersepeda. Peregangan, pemijatan, dan tidur adalah bagian penting untuk pemulihan tubuh. Perhatikan tanda-tanda awal tubuh Anda dan segeralah beristirahat sebelum overtraining.
  9. Cross Training Saat Off Season
    Latihan yang sama setiap hari dapat menyebabkan kondisi letih, stagnan, dan bosan. Jika bersepeda adalah olahraga utama Anda, melakukan berbagai jenis olahraga dan latihan lain saat off season sangatlah penting untuk menjaga kelenturan dan kelenturan otot, serta mencegah berulangnya cedera.
  10. Gunakan Kostum, Sepatu, Dan Helm Khusus Bersepeda
    Bagi pemula, awal memakai kostum khusus bersepeda akan terasa aneh, namun kostum tersebut diciptakan untuk mendukung performa bersepeda. Kostum yang ketat bertujuan untuk meminimalisir hambatan angin. Warnanya yang menyolok membuat lebih mudah terlihat di jalan. Sepatu khusus bersepeda sangat membantu efisiensi bersepeda dan meningkatkan keselamatan. Lebih lagi helm khusus bersepeda hukumnya adalah wajib. Tidak ada atlet balap sepeda yang diperbolehkan bertanding tanpa mengenakan helm.
Tetaplah sehat dengan bersepeda, dan semoga tips di atas bermanfaat bagi Anda.

Jumat, 24 Agustus 2012


Merancang Sepeda Touring

 
 
 
 
 
 
1 Votes

Saking pinginnya bersepeda long trip (>100 km) tapi nggak kesampaian hingga saat ini, jadi saya cuma bisa membayangkan punya perlengkapan touring di sepeda saya.
Ketika di Jogja dulu ada seorang petualang bersepeda dari German bernama Andreas, saya dan teman-teman berkenalan dengan dia dan sempat bersepeda bareng kemudian yang menarik perhatian saya adalah perlengkapan touring yang melekat di sepedanya (selain internal gear hub yg harganya puluhan juta :shock:). Tas touring merek Ortlieb buatan German menempel di handlebar dengan ukuran besar. Atas dasar itu saya mencoba mengunjungi situs resminya yaa walaupun saya tahu harganya cukup murah (bagi Andreas :mgreen:). Disana ada menu bike configurator gunanya untuk merancang penempatan tas pada sepeda yang telah anda pilih pada “Choose bike”. Tentu saja tas yang dipasang bermerek Ortlieb dan sudah ditentukan letak yang ideal misal rack (boncengan), handlebar, saddle dan fork tapi kita bisa menentukan tiap bagian  apakah akan dipasang tas atau tidak. Selain itu anda juga bisa mengatur warna sepeda yang telah dipilih. Jenis sepedanya pun beragam mulai Trekking, travel, folding, recumbent, children dan road bike.
Berikut sepeda touring rancangan saya:
folding bike touring
Folding Bike Birdy, siap diajak lintas kota
touring bike
Trekking Bike idworkx, penjelajah Nusantara
Tabel Capacity satuannya adalah liter sedangkan Weight satuannya gram.
Kata merancang disini hanya sebatas merancang penempatan tas saja bukan membangun atau merakit sepeda.
Silakan anda buat rancangan anda sendiri pada link sumber dibawah.

Folding Bike Kendaraan Perang Airborne

 
 
 
 
 
 
Rate This

Mungkin pecinta folding bike atau sepeda lipat dapat berbangga hati karena dalam sejarah perkembangan sepeda, folding bike telah menorehkan sejarah yang bisa dibilang membanggakan. Sejarah itu adalah penggunaan folding bike untuk keperluan kendaraan pendukung perang yang digunakan pasukan elite sekutu yaitu Airborne pada zaman perang dunia II. Pasukan Airborne adalah pasukan pertama kali diterjunkan dari udara dengan parasut ke medan perang. Ketika diterjunkan dari pesawat, pasukan Airborne selain membawa senjata dan bekal juga membawa sepeda yang dapat dilipat (folding bike)  diikatkan pada tubuh dan terjun bersama. Kenapa dibekali sepeda? karena pasukan Airborne harus bergerak cepat dan efisien untuk segera menguasai objek vital musuh sebelum pasukan infanteri, kavaleri dan yang lain datang ke medan perang. Karena itu, sepeda paling praktis digunakan untuk sarana mobilisasi yang efisien juga diyakini tidak gampang diketahui musuh atau sering disebut stealth. Pada prakteknya, sepeda tidak hanya dipakai oleh pasukan Airborne saja namun pasukan infanteri yang datang menggunakan kapal laut juga dibekali sepeda.
Sepeda yang dipakai untuk pasukan Airborne tadi diproduksi oleh BSA (Birmingham Small Arms Company) pada tahun 1939-1942 dengan jumlah produksi mencapai 70.000 unit.
Berikut foto-foto sejarah BSA Airbone bicycle:
Melipat sepeda untuk diangkut dalam persiapan penyerangan pantai Normandy
Posisi siap terjun
Siap terjun dari pesawat C-47 Dakota
Siap terjun dari pesawat Stirling Bomber
Ketika pasukan Airborne telah mendarat di zona pendaratan. Tampak prajurit Airborne membawa senapan Lee Enfield No. 4 Mk tersampir pada Seatstay dan Handlebar
Sebuah sepeda BSA Airborne terlipat pada belakang Tank Sherman Pasukan Canada. Jadi bukan sedang loading menuju track Downhill :mrgreen:
BSA Airbone Bicycle dalam keadaan terlipat penuh
BSA Airborne Bicycle setelah perang usai
Sumber: http://bcoy1cpb.pacdat.net
SETAHUN LEBIH PERJALANAN GOESS'88










Kamis, 23 Agustus 2012



Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan
Goess'88 – Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.
Zona sepeda kali ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi kesulitan ketika kita bersepeda pada trak tanjakan (climb).
Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).
Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).
Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB.
Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.
Penyesuaian Suspensi :
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.
Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.
Teknik Shifting
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.
Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.
Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.
Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.
Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.
Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.
Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.
Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.
Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.
Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).
Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.
Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.
Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.
Bar End
Bar End
Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.
Ikuti terus Tips dan Trik dalam bersepeda di zonasepeda.com. Happy Cycling,
Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan
TEBAR 1000 PAKET PEDULI RAMADHAN GOESS'88, KSU AMANAH DAN GARUTAN'88